Jumat, 11 September 2009

Promosi Kesehatan Pada Ibu Hamil

bawah judul
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kehamilan merupakan suatu masa dimana seorang ibu mengalami suatu perubahan pada dirinya baik fisik maupun psikologis. Pada ibu yang primipara,kehamilan merupakan suatu pengalaman yang baru.Sehingga ibu tersebut memerlukan suatu informasi yang berhubungan dengan kehamilannya.Bagi petugas kesehatan berkewajiban menyampaikan informasi-informasi yang diperlukan oleh ibu.Sehingga ibu dapat memahami keadaaannya dan dapat melakukan hal-hal yang berkaitan dengan kehamilannya.
Oleh karena itu tenaga kesehatan dapat memberikan informasi melalui promosi kesehatan seperti penyuluhan tentang keadaan fisiologis dan patolohis dalam kehamilan, kebutuhan ibu selama kehamilan dan persiapan ibu dalam menghadapi persalinan dan kelahiran bayi. Dalam makalah ini penulis membahas mengenai hal-hal tersebut di atas yang diharapkan bermanfaat bagi pembeca terutama ibu hamil.
B. Tujuan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah :
· Untuk memenuhi tugas mata kuliah promosi kesehatan yang membahas tentang penyuluhan kesehatan pada ibu hamil
· Untuk memberikan informasi terhadap pembaca terutama ibu hamil mengenai kehamilannya
· Untuk membantu mahasiswa untuk memahami tentang materi promosi kesehatan pada ibu hamil
BAB II
PEMBAHASAN
PROMOSI KESEHATAN PADA IBU HAMIL
Promosi kesehatan pada ibu hamil bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan hidup sehat bagi ibu hamil agar terwujud derajad kesehatan yang optimal.Diharapkan dengan penyuluhan dan informasi dari bidan bisa setiap ibu hamil dapat menjalani kehamilannya dengan tenang. Serta siap menghadapi persalinan.
Hal-hal yang perlu dipromosikan pada ibu hamil adalah sebagai berikut :
A. KEBUTUHAN NUTRISI IBU HAMIL
Selama kehamilan ibu membutuhkan tambahan asupan makanan untuk pertumbuhan janin dan pertahanan dirinya sendiri. Sebagai tenaga kesehatan sebaiknya melakukan upaya untuk mempromosikan tentang kebutuhan nutrisi ibu hamil tersebut.
Jenis-jenis makanan:
a. Makanan pokok :karbohidrat sebagai sumber energi
b. Makanan pembangun :protein untuk tumbang janin
c. Makanan pelengkap :vitamin dan mineral
d. Makanan penunjang :lemak
Tambahan gizi yang diperlukan ibu hamil adalah :
* Protein : dari 6 gr/hari menjadi 10 gr/hari
* Energi / kalori : yang dapat diperolieh dari karbohidrat dan lemak
* Vitamin : sebagai pengatur dan pelindung
Penambahan tersebut diperlukan untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan janin, persiapan persalinan dan untuk melakukan aktivitas. Penambahan ini pada trimester pertama belum diperlukan, tetapi pada trimester dua dan tiga dibutuhkan penambahan nutrisi karena terjadi pertumbuhan dan perkembangan janin yang cepat.
3 Jenis makanan yang penting setiap hari dikonsumsi ibu hamil :
* Zat besi : Untuk mencegah anemia sehingga tidak akan terjadi BBLR, perdarahan,dll
* Kalsium : Untuk pertumbuhan tulang
* Yodium : Untuk mencegah pembesaran kelenjar gondok pada ibu, perkembangan lambat sehingga akan terjadi retardasi mental, cebol.
Perubahan yang perlu dipahami ibu hamil :
· Tahap I (2 minggu setelah konsumsi)
Gizi yang diperlukan seperti biasa harus terpenuhi, tapi belum membutuhkan penambahan
· Tahap II (minggu ke 2 - minggu ke 8)
Sudah dibutuhkan nutrisi karena pada tahap ini sudah terbentuk jaringan-jaringan dan organ-organ tubuh janin
· Tahap III (minggu ke 8 – lahir)
Untuk persiapan persalinan, laktasi dan kesempurnaan janin
B. ISTIRAHAT
Istirahat bagi ibu hamil untuk meringankan urat syaraf atau mengurangi aktivitas otot.
Kegunaan istirahat adalah :
* Untuk melepaskan lelah
* Memberikan kesempatan pada tubuh untuk membentuk kegiatan baru
* Menambah kesegaran untuk melakukan pekerjaan
Wanita hamil butuh istirahat yang cukup, wanita hamil dianjurkan untuk tidur siang karena udara panas mudah membuat merasa lebih baikan bila cukup banyak istirahat.
Releksasi tubuh yang sempurna mengatasi ketegangan fisik dan psikis selama hamil terutama pada saat melahirkan. Releksasi sangat berguna juga bagi kesehatan ibu dan janin yang dikandungnya.
Agar ibu hamil dapat melakukan istirahat yang benar, maka ia perlu mengetahui bagaimana cara penyegaran tubuh dan sehat yaitu : pertama angkat tangan, kemudian turunkan, sekali lagi angkat kemudian tarik nafas dan hembuskan, lakukan dengan santai.
Cara tidur yang nyaman
Pertama-tama ibu hamil duduk perlahan, topanglah tubuh dengan tangan kanan. Kemudian sedikit miringkan badan ke kanan, tangan kiri menyilang ikut menopang tubuh ibu perlahan-lahan, kemudian ibu hamil bisa tidur dengan telentang.
Begitu juga saat bangun, terlebuh dahulu miringkan tubuh ke kanan, topanglah tubuh dengan tangan kanan. Bangunlah perlahan-lahan dan kemydian ibu hamil bisa duduk kembali. Kalau perut ibu semakin besar akan sulit untuk tidur dengan posisi telentang maupun sebaliknya. Untuk itu ibu merasa tidur dengan posisi miring ke kiri.
C. KEBUTUHAN PAKAIAN
Ibu hamil sebaiknya mengenakan pakaian yang memenuhi kriteria sebagai berikut :
* Nyaman : pakaian sebaiknya tidak ada penekanan-penekanan pada bagian tertentu sehingga ibu tidak dapat bebas bergerak
* Longgar : bukan berarti pakai baju yang terlalu besar, tapi yang dapat bergerak bebas
* Tidak tebal : pakaian tebal akan menimbulkan rasa panas dan keluarnya keringat sehingga tidak bebas bergerak
* Menarik : enak dipandang mata
* Menyerap keringat : karena pada ibu hamil banyak keringat, maka dianjurkan memakai pakaian yang menyerap keringat. Disini ditekankan pada bahan dasarnya.
D. IMUNISASI
Pada masa kehamilan ibu hamil diharuskan melakukan imunisasi tetanus toksoid (TT). Gunanya pada antenatal dapat menurunkan kemungkinan kematian bayi karena tetanus. Ia juga dapat mencegah kematian ibu yang disebabkan oleh tetanus.
Menurut WHO seorang ibu tidak pernah diberikan imunisasi tetanus, sedikitnya 2x injeksi selama kehamilan ( I pada saat kunjungan antenatal I dan II pada 2 minggu kemudian )
Jadwal pemberian suntikan tetanus adalah :
· TT 1 selama kunjungan antenatal I
· TT 2 → 4 minggu setelah TT 1
· TT 3 → 6 minggu setelah TT 2
· TT 4 → 1 tahun setelah TT 3
· TT 5 → 1 tahun setelah TT 4
Karena imunisasi ini sangat penting, maka setiap ibu hamil hendaknya mengetahui dan mendapat informasi yang benar tentang imunisasi TT. Petugas kesehatan harus berusaha program ini terlaksana maksimal dan cepat.
E. SENAM HAMIL
Senam hamil bukan merupakan keharusan, namun dengan melakukan senam hamil akan memberikan banyak manfaat dalam membantu kelancaran proses persalina, antara lain dapat melatih cara mengedan yang benar. Kesiapan ini merupakan bakal bagi calon ibu pada saat persalinan.
Tujuan senam hamil adalah :
* Memberikan dorongan serta melatih jasmani dan rohani ibu secara bertahap agar ibu dapat menghadapi persalinan dengan tenang, sehingga proses persalinan dapat berjalan lancar dan mudah
* Membimbing wanita menuju suatu persalinan yang fisiologis
* Melonggarkan persendian yang berhubungan dengan proses persalinan
* Cara memperoleh kontraksi dan relokasi yang sempurna
* Menguasai teknik-teknik pernapasan dalam persalinan
* Dapat mengatur diri pada ketenangan
Manfaat senam hamil secara teratur :
· Memperbaiki sirkulasi darah
· Mengurangi pembengkakan
· Memperbaiki keseimbangan otot
· Mengurangi kram / kejang pada kaki
· Menguatkan otot-otot perut
· Mempercepat proses penyembuhan setelah melahirkan
Syarat-syarat mengikuti senam hamil :
v Pemeriksaan kesehatan dan kehamilan oleh dokter / bidan
v Lakukan latihan setelah kehamilan 22 minggu
v Lakukan latihan secara teratur dan disiplin
Gerakan senam hamil ada 3 tahap :
§ Kunjungan I ada 4 tahap
§ Kunjungan II ada 7 tahap
§ Kunjungan III gabungan kedua tahap tersebut
Gerakan senam hamil pada kunjungan pertama :
1. Senam untuk kaki
Ø Dududk di kursi dengan kaki dirapatkan dan telapak kaki ditaruh di lantai
Ø Mengangkat jari-jari kaki secara perlahan lalu diturunkan, berguna untuk memperkuat otot panggul dan punggung sehingga dapat menopang tubuh ibu yang semakin besar
2. Duduk di kursi, silangkan kaki kanan diatas kaki kiri
Ø Gerakkan ujung kaki perlahan-lahan ke atas dan turunkan, berguna untuk otot pinggang dan panggul
3. Senam duduk bersila
Ø Duduk bersila
Ø Letakkan kedua telapak tangan di atas lutut
Ø Tekan lutut ke bawah perlahan-lahan, berguna untuk mengurangi kram kaki karena duduk terlalu lama
4. Cara tidur yang nyaman
Ø Berbaring miring ke kiri dengan kaki ditekuk
Gerakan senam hamil pada kunjungan ke dua :
1. Senam posisi telentang
Ø Tidurlah telentang dan tekuk lutut sedikit, jangan terlalu lebar dan arahkan telapak tangan kebawah dan berada di samping badan
Ø Angkat pinggang secara perlahan-lahan
2. Senam posisi merangkak
Ø Badan dalam posisi merangkak
Ø Sambil menarik nafas angkat punggung ke atas dengan wajah menghadap ke bawah, membentuk lingkaran sambil perlahan-lahan mengangkat wajah, hembuslah nafas. Turunkan punggung kembali perlahan
3. Senam untuk lutut
Ø Tidur telentang tekuk kaki kanan, lutut kanan digerakkan perlahan ke kanan, bergantian
4. Senam dengan kedua lutut
Ø Senam telentang dengan kedua lutut ditekuk, kedua lutut digerakkan kekiri dan kanan
5. Gerakan untuk mengurangi rasa sakit saat melahirkan
Ø Tidur dengan posisi kaki ditekuk, urut perut dengan kedua tangan dari bawah perut ke payudara
6. Cara mengejan
Ø Posisi setengah duduk dan kaki direnggangkan
Ø Perlahan-lahan tarik nafas sebanyak 3x pada hitungan ke empat tarik nafas dan tahan mengejan kearah pantat dan hembuskan
7. Cara pernapasan saat melahirkan
Ø Dilakukan jika bidan mengatakan tidak usah mengejan lagi
Ø Letakkan kedua tangan di atas dada
Ø Buka mulut lebar-lebar bernapas pendek sambil mengatakan hah..hah
F. KUNJUNGAN PMERIKSAAN KEHAMILAN
Setiap wanita hamil menghadapi reaksi komplikasi yang bisa engancam jiwanya. Oleh karena itu, setiap wanita hamil memerlukan sedikitnya empat kali kunjungan selama periode antenatal :
  • 1x kunjungan selama Trimester I (sebelum 14 mg)
  • 1x knujungan selama Trimester II (antara mg 14-28)
  • 2x kunjungan selama Trimester III (antara mg 28-36 dan sesuda mg 36)
Pada setiap kali kunjungan antenatal tersebut, perlu didapatkan informasai yang sangat penting. Tabel di bawah ini memberikan garis-garis besarnya :
Kunjugan
Waktu
Informasi Penting
TM I
Sebelum mg ke-14
Membangun hubungan saling percaya antara petugas kesehatan dengan ibu hamil
Mendeteksi masalah dan menanganinya
Melakukan tindakan pencegahan spt tetanus neonaturum, anemia kekurangan zat besi, penggunaan praktek tradisional yang merugikan
Memulai persiapan kelahiran bayi dan kesiapan untuk menghadapi komplikasi
Mendorong perilaku yang sehat (gizi, latihan dan kebersihan dan sebagainya)
TM II
Sebelum mg ke-28
Sama seperti di atas ditambah kewaspadaan khusus mangenai preeklamsia (tanya ibu tentang gejala-gejala preeklamsia, pantau tekanan darah, evaluasi oedema periksa untuk mengetahui proteinuria)
TM III
Antara mg ke 28-36
Sama seperti di atas ditambah palpasi abdominal untuk mengetahui apakah ada kehamilan ganda
TM III
Setelah mg ke-36
Sama seperti di atas, ditambah deteksi letak bayi yang tidak normal, atau kondisi lain yang memerlukan kelahiran di Rumah Sakit
Ibu hamil tersebut harus lebih sering dikunjungi jika terdapat masalah dan ia hendaknya disarankan untuk menemui petugas kesehatan bilamana ia merasakan tanda-tanda bahaya atau jika ia merasa khawatir.
G. TANDA-TANDA DINI BAHAYA / KOMPLIKASI PADA KEHAMILAN MUDA
1. Perdarahan Pervaginam
A. Abortus
Kegagalan kehamilan sebelum usia kehamialan 22 ninggu
Jenis abortus :
1. Abortus spontan
* Abortus imminens
Tanda / gejala : perdarahan sedikit, nyeri abdomen
Penanganan : tirah baring, jangan melakukan aktifitas fisik berlebihan, hubungan sex dihentikan sementara, jika perdarahan berhenti lakukan ANC, jika perdarahan berlangsung nilai kondisi janin / USG
* Abortus insipiens
Tanda / gejala : perdarahan banyak, nyeri karena kontraksi uterus kuat, ada pembukaan, besarnya uterus sesuai dengan usia kehamilan.
Penanganan : kuretase
* Abortus incomplete
Tanda / gejala : perdarahan banyak, ada pembukaan, ada teraba sisa jaringan, uterus berkontraksi
Penanganan : kuretase
* Abortus complete
Tanda / gejala : uterus lebih kecil dari usia kehamilan, perdarahan sedikit tapi nyeri perut bagian bawah, telah terjadi pengeluaran hasil konsepsi, perdarahan akan berhenti 10 hari bila berlanjut menjadi endometritis
Penanganan : tidak perlu evaluasi lagi, observasi untuk melihat adanya perdarahan, pastikan untuk tetap memantau kondisi ibu.
2. Abortus provokatus
* Abortus medisinalis : melihat adanya komplikasi pada ibu
* Abortus kriminalis : disengaja dengan alat dan obat
3. Abortus septik : adanya komplikasi pada ibu
4. Missed abortion
Apabila janin muda yang telah mati tertahan di dalam rahim selama 2 bulan atau lebih.
Tanda : rahim semakin mengecil, buah dada mengecil kembali, amenorrhoe berlangsung terus
Penanganan : di Rumah Sakit
B. Kehamilan Mola
Patologi : sebagian dari vili berubah menjadi gelembung-gelembung berisi cairan jernih
Tanda dan gejala :
· Perdarahan sedang banyak
· Serviks terbuka
· Uterus lunak dan lebih besar dari usia kehamilan
· Hyperemesis lebih lama
· Kram perut bagian bawah
· Tidak ada tanda-tanda adanya janin
· Keluar jaringan seperti anggur
Penanganan :Segera dikeluarkan karena bernahaya.
C. Kehamilan Ektopik
→ kehamilan dimana se telur yang dibuahi berimplantasi dan tumbuh diluar endometrium kavum uteri
Gejala : amenorhoe, nyeri perut, perdarahan pervaginam sedikit, syok karena hypovolemia, nyeru palpasi dan nyeri pada toucher, tumor dalam rongga panggul, gangguan kencing, Hb menurun.
2. Hyperemesis Gravidarum
→mual dan muntah yang berlebihan pada ibu hamil
a. Ringan
Tanda / gejala :
· Mual muntah terus menerus
· Penderita lemah, tidak mau makan, BB menurun, tekanan darak menurun
· Nadi cepat ≥100x/menit
· Nafas agak cepat
· Nyeri epigastrium, bibir dan lidah kering
· Turgor kulit menurun
Penanganan : rawat jalan dengan diet sering ngemil, minum vitamin B6, tinggi karbohidrat rendah lemak.
b. Sedang
Tanda / gejala :
· Mual muntah yang hebat
· Lemah, apatis, turgor kulit mulai jelek
· Lidah kering dan kotor, nafas bau aseton
· Nadi kecil dan cepat, suhu naik, tekanan darah & BB menurun
· Dehidrasi, ikterus ringan, mata cekunh.
c. Berat
Tanda / gejala :
· KU jelek
· Kesadaran menurun
· Nadi kecil, halus dan cepat
· Dehidrasi berat, ikterus
· Suhu badan meningkat, TD & BB turun
3. Nyeri Perut Bagian Bawah
Nyeri perut pada kehamilan 22 minggu atau kurang
Diagnosis nyeri perut bagian bawah :
a. Kista ovarium
Gejala dan tanda : nyeri perut, tumor adreksa pada PD, rasa tumor di perut bawah, perdarahan vaginal ringan
b. Apendisitis : radang umbai cacing usus buntu
Gejala : nyeri perut bawah, demam, nyeri lepas
c. Sintitis : disuria, sering berkemih, nyeri perut
d. Pielonefritis : infeksi akut saluran kemih dengan gejala disuria, demam tinggi, sering berkemih, nyeri perut
e. Peritronitis : radang selaput perut dalam rongga panggul, dengan gejala demam, nyeri perut bawah, bising usus negatif
f. Kehamilan ektopik : tandanya nyeri perut, ada perdarahan sedikit, serviks tertutup, uterus sedikit besar dan lunak
H. TANDA-TANDA DINI BAHAYA / KOMPLIKASI IBU DAN JANIN PADA KEHAMILAN LANJUT
1. Perdarahan Pervaginam
Disebut juga PerdarahanAntepartum, yaitu perdarahan yang terjadi setelah kehamilan 28 minggu (TM III), biasanya lebih banyak dan lebih berbahaya dari perdarahan kehamilan sebelum 20 minggu.
Pada TM III perdarahan disebabkan oleh :
a. Placenta Previa
→Placenta yang implantasi disekitar segmen-segmen bawah rahim, sehingga dapat menutupi sebagian / seluruh pembukaan jalan lahir.
Penyebabnya :
keadaan endometrium kurang baik, terdapat pada MP, Myoma Uteri, Curretase berulang-ulang
Pembagian Plasenta Previa :
totalis (seluruhnya), marginalis (pinggir), parsialis (sebagian)
Gejala dan tanda :
· Perdarahan tanpa nyeri
· Paerdarahan berulang-ulang
· Kepala anak Sangay tinggi
· Sering terjadi kelainan letal
· Pada PD terasa jaringan
· Darah berwarna merah sejajar dengan bekuan (terjadi pembukaan pembuluh darah)
· Dapat terjadi estela miksi dan defekasi, aktifitas fisisk kontraksi, brakston hicks, koitus.
Penanganan :
Bidan yang menghadapi plasenta previa dapat mengambil sikap dengan melakukan rujukan ke tempat pertolongan yang mempunyai fasilitas cukup
b. Solusio Placenta
→ Terlepasnya placenta sebelum waktunya dengan implantasi pada kehamilan TM III
Etiologi :
Hypertensi, tali pusat pendek, trauma, tekanan rahim membesar pada vena cava inferior, hydramnion gemelli, MP, usia lanjut. Defisiensi asam folik.
Tanda-tanda :
· Perdarahan disertai nyeri
· Perdarahan segar disusul dengan partus
· Warna darah merah kehitaman
· Palpasi sukar karena rahim keras
· Fundus uteri makin lama makin naik
· Bunyi jantung biasanya tidak ada
· Pada PD teraba ketuban yang tegang terus menerus.
2. Sakit Kepala yang hebat, Penglihatan Kabur, Bengkak pada Wajah & Tangan
· Hypertensi
Tanda :
· Tekanan Darah 140/90 mmHg
· Sistolik meningkat 30 mmHg dan Diastolik meningkat 15 mmHg
· Preeklamsia
→ Penyakit kehamilan yang disebabkan oleh kehamilan itu sendiri
Klasifikasi :
a. Preeklamsia ringan
Tanda : TD 140/90 mmHg, oedema kaki, jari tangan & muka/kenaikan BB1 Kg atau lebih perminggu, protein urin +1 atau +2 pada urin kateter
b. Preeklamsia berat
Tanda : TD 160/110 mmHg atau lebih, protein urin 5 gr atau lebih perliter, oliguria, yaitu jumlah urin kurang dari 500 cc/24 jam
Keluhan subjektif :
Nyeri epigastrium, gangguan penglihatan, nyeri kepala, oedema paru dan sianosis, gangguan kesadaran
Pencegahan :
· Pemeriksaan antenatal yang teratur
· Harus selalu waspada terhadap kemungkinan terjadinya preeklamsi kalau ada faktor-faktor predisporsi
· Berikan penerangan tentang menfaat istirahat dan tidur, ketenangan serta pentingnya mengatur diet rendah garam.
· Eklamsia
→ Kelanjutan preeklamsia berat menjadi eklamsi dengan tambahan gejala kejang-kejang / koma.
Kejang-kejang pada eklamsi terdiri dari tingakat :
a. Stadium invasi awal
· Berlangsung 30 – 35 detik
· Tangan dan kelopak mata bergetar
· Mata terbuka dengan pandangan kosong
· Kepala diputar ke kiri/ke kanan
b. Stadium kejang kronik
· Seluruh otot badan menjadi kaku,wajah kaku
· Tangan menggenggam dan kaki membengkak kedalam
· Pernafasan terhenti
· Muka mulai kelihatan sianosis
· Lidah dapat tergigit
· Mata melotot
· Muka kelihatan kongesti dan sianosis
· Stadium ini berlangsung kirr – kira 20 – 30 detik
c. Stadium kejang kronik
· Semua otot bekerja berulang – ulang dalam waktu cepat
· Mulut terbuka dan menutup
· Keluar ludah berbusa dan lidah dapat tergigit
· Mata melotot
· Muka kelihatan kongesti dan sianosis
· Berlangsung selama 1 – 2 menit
d. Stadium koma
· Lamanya ketidaksadaran (koma) itu berlangsung selama beberapa menit sampai berjam – jam
· Selama serangan TD meningkat
· Nadi cepat
· Suhu naik sampai 40 derajat celcius
Penanganan : menghindari tejadinya kejang berulang, mengurangi koma, meningkatkan jumlah di uresis.
3. Keluarnya Cairan Pervaginam
a. KPD
→ Pecahnya ketuban sebelum inpartu bila pembukaan pada PP <>
Etiologi :
Belum jelas sehingga preventif tidak dapat dilakukan. Oleh karena itu menganjurkan ibu menjaga kebersihannya terutama bagi perineum
Patogenesis :
· Selaput ketuban terlalu tipis
· Infeksi
· Faktor predisporsi : MP, malposisi, disproporsi (ketidakseimbangan antara panggul dengan janin), servix incompeten
· KPD artifisial
Gejala dan tanda :
· Keluarnya cairan ketuban
· Ketuban pecah tiba-tiba
· Cairan tampak di introitus
· Tidak ada His dalam 1 jam
Penanganan : rujuk
b. Amnionitis
Gejala dan tanda :
· Cairan vagina berbau
· Demam menggigil
· Nyeri perut, uterus nyeri
· Nadi cepat
· Perdarahan pervaginam sedikit-sedikit
c. Vaginitis
Gejala dan tanda :
· Cairan vagina berbau
· Tidak ada riwayat KPD
· Gatal, keputihan, nyeri perut
· Disuria
4. Gerak Janin tidak Terasa
→ Ibu tidak merasakan lagi gerakan janin pada usia kehamilan 22 minggu atau selama persalinan.
a. Gawat janin
· Gerakan janin tidak ada
· DJJ abnormal (<> 100/menit)
· Cairan ketuban bercampur mekonium
b. Kematian janin
→ Kematian hasil konsepsi yang masih berada dalam uteri tanpa memandang umur kehamilannya.
Seba-sebab kematian janin :
· Toxemia gravidarum
· Penyakit infeksi
· Kelainan bawaan yang berat
Gejala :
· DJJ tidak terdengar lagi
· Rahim tidak membesar
· Fundus uteri makin turun
· Pergeseran anak tidak teraba lagi
· Palpasi tidak jelas
Penanganan / penatalaksanaan :
· Meningkatkan ANC
· Perbaikan teknik resusitasi
· Meningkatkan pemeriksaan kesehatan
· Mengatasi bentuk infeksi perinatal
5. Nyeri Perut yang Hebat
→ Ibu mengeluh nyeri perut pada kehamilan . 22 minggu
a. Ruptura uteri
Cara terjadinya :
· Ruptur uteri spontan
o Terjadi spontan dan sebagian besar pada persalinan
o Terjadi gangguan mekanisme persalinan sehingga menimbulkan ketegangan segmen bawah rahim yang berlebihan
· Ruptur uteri traumatik
o Terjadi pada persalinan
o Timbulnya ruptur uteri, karena tindakan seperti ekstraksi, forsep, vakum
· Ruptur uteri pada bekas luka uterus
o Terjadinya spontan
o Bekas SC
o Bekas operasi pada uterus
Gejala-gejala :
· Nyeri yang hebat
· Terjadi robekan dalam perutnya
· Akibat ruptur menimbulkan : syok dengan nadi cepat, kecil, pernafasan cepat dan pendek, TD menurun, tampak anemis
· Palpasi abdomen dapat dirasakan : janin dibawah dinding rahim, perut terasa sakit, sangat nyeri, teraba uterus yang berkontraksi
· Setelah terjadi infeksi dapat menjadi terasa nyeri, suhu meningkat
· Pada PD dijumpai : bagian terendah mudah didorong ke atas, terdapat perdarahan melalui vagina, dapat diraba tempat robekan pada dinding uterus.
I. PERSIAPAN PERSALINAN DAN KELAHIRAN BAYI
Persiapan persalinan yaitu rencana tindakan yang dibuat oleh ibu, anggota keluarga dan bidan
Komponen rencana persalinan :
1. Membuat rencana persalinan
berupa tempat bersalin, tenaga kesehatan yang terlatih, bagaimana berhubungan dengan tenaga kesehatan, yransportasi, teman dalam persalinan, serta biaya untuk persalina
2. Rencana pembuat keputusan
disini dibicarakan siapa yang bertindak sebagai pengambil keputusan utama, pembuat keputusan jika pembuat keputusan utama tidak ada
3. Mempersiapkan sistem transpor
dimana tempat bersalin, cara menjangkau tingkat asuhan lebih lanjut, fasilitas kesehatan untuk merujuk, mendapatkan dana, dan persiapan donor darah
4. Membuat rencana atau pola menabung
anjurkan keluarga menabung, sehingga jika diperlukan dapat diambil langsung, bidan bekerjasama dengan masyarakat dan tokoh masyarakat
5. Mempersiapkan barang-barang untuk persalinan
berupa pakaian ibu dan palaian bayi
Menyiapkan Kelahiran (Trimester III)
Banyak aktivitas yang dilakukan untuk menyambut kelahiran, misalnya baca buku, melihat film, mengikuti kelas-kelas pendidikan menjadi orang tua dan berdiskusi dengan wanita lain, mencari tahu cara perawatan yang memungkinkan (paterson etal 1990)
Pada ultipara mereka telah mempunyai riwayat sendiri tentang melahirkan yang mempengaruhi persiapan persalinan. Cemas bisa timbal karena perhatian tentang jalan lahir yang aman selama proses persalinan (mercer, rubin 1975). Rasa cemas Madang-kadang tidak diperlihatkan tetapi bidan perla tahu syarat tersebut.
Ibu perlu diberikan pendidikan bagaimana perilaku yang benar selama persalinan.
Persiapan terbaik untuk melahirkan menurut Laderman, 1984 adalah :
a. menyadari kenyaaan secara sehat tentang nyeri
b. menyeimbangkan resiko dengan rasa senang
c. keinginan tentang hadiah akhir berupa bayi
J. PERSIAPAN LAKTASI
Payudara adalah sumber ASI yang merupakan makanan utama bagi bayi yang perlu diperhatikan dalam persiapan laktasi adalah :
Ø Bra harus sesuai dengan pembesaran payudara yang sifatnya menyokong payudara dari bawah, bukan menekan dari depan
Ø Sebaliknya ibu hamil masuk dalam kelas ”bimbingan persiapan menyusui”
Ø Penyuluhan (audio-visual) tentang :
· Keunggulan ASI dan kerugian susu botol
· Manfaat rawat gabung
· Perawatan bayi
· Gizo ibu hamil dan menyusui
· Keluarga berencana,dll
Ø Dukungan psikologis pada ibu untuk menghadapi persalinan dan keyakinan dalam keberhasilan menyusui
Ø Pelayanan pemeriksaan payudara dan senam hamil
Persiapan psikologis untuk ibu menyusui berupa sikap ibu dipengaruhi oleh faktor-faktor :
Ø Adat istiadat / kebiasaan / kebiasaan menyusui di daerah masing-masing
Ø Pengalaman menyusui sebelumnya / pengalaman menyusui dalam keluarga / tidak
Ø Pengetahuan tentang manfaat ASI, kehamilan yang diinginkan atau tidak
Ø Dukungan dari tenaga kesehatan, teman atau kerabat dekat.
Langkah-langkah yang harus diambil dalam mempersiapkan ibu secara kejiwaan untuk menyusui adalah :
§ Mendorong setiap ibu untuk percaya dan yakin bahwa ia dapat sukses dalam menyusui bayinya, menjelaskan pada ibu bahwa persalinan dan menyusui adalah proses alamiah yang hampir semua ibu berhasil menjalaninnya. Bila ada masalah, petugas kesehatan akan menolong dengan senang hati
§ Keyakinan ibu akan keuntungan ASI dan kerugian susu botol / formula
§ Memecahkan masalah yang timbul pada ibu yang mempunyai pengalaman menyusui sebelumnya, pengalaman kerabat atau keluarga lain
§ Mengikutsertakan suami atau anggota keluarga lain yang berperan dalam keluarga, ibu harus dapat beristirahat cukup untuk kesehatannya dan bayinya, sehingga perlu adanya pembagian tugas dalam keluarga
§ Setiap saat ibu diberi kesempatan untuk bertanya dan tenaga kesehatan harus dapat memperlihatkan perhatian dan kemauannya dalam membantu ibu sehingga keraguan atau ketakutan untuk bertanya tentang masalah yang dihadapinya.

BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Adapun kesimpulan dari pembahasan makalah ini adalah :
1. Ibu hamil membtuhkan nutrisi 2 kali lebih banyak dari pada keadaan tidak hamil.
2. Ibu hamil membutuhkan istirahat yang cukup untuk relaksasi tubuhnya dalam mengatasi ketegangan fisik dan psikis selama hamil.
3. ASI merupakan makanan utama bagi bayi, oleh karena itu ibu harus mempersiapkannya selama kehamilan baik dalam hal perawatan maupun kualitas nutrisi pembentukan ASI.
4. Ibu hamil memerlukan imunisasi TT untuk menurunkan infeksi tetanus bagi ibu dan janinnya.
5. Dalam hal berpakaian ibu memerlukan pakaian yang membuat ibu nyaman.
6. Ibu harus mengetahui tanda-tanda bahaya bagi ibu dan janin baik pada kehamilan muda maupun dalam kehamilan lanjut, seperti perdarahan pervaginam, oedema, nyeriperut yang hebat, dll.
7. Ibu harus memperhatikan keadaan fisik ibu dan pengaruh hubungan seksual bagi kehamilannya.
8. Pesiapan persalinan dan kelahiran bayi harus direncanaklan oleh ibu selama kehamilannya.
9. Ibu dianjurkan mengikuti kegiatan senam hamil untuk membantu mempelancar proses persalinan.
10. Kunjungan kahamilan dilakukan mi nimal 4 kali selama kehamilan.
B. SARAN
Ibu hamil harus mendapatkan informasi mengenai kehamilannya. Informasi ini dapat diperoleh melalui penyuluhan-penyuluhan atau informasi langsung yang ditanyakan pada petugas kesehatan seperti bidan.
DAFTAR PUSTAKA
Saifuddin,
Sastrawinata, Sulaiman. 1983. Obstetri Fisiologi. Bandung : ELEMAN

0 komentar:

Poskan Komentar

ARTIKEL YANG BERHUBUNGAN: