Jumat, 29 Januari 2010

Infeksi Nifas

bawah judul
Infeksi Nifas: "
Definisi infeksi nifas
Istilah infeksi nifas ialah mencakup semua peradangan yang disebabkan oleh masuknya kuman-kuman kedalam alat-alat genital pada waktu persalinan dan nifas. Sinomin yang digunakan adalah demam nifas atau demam puerperalis .
Demam nifas atau dengan kata lain morbiditas puerperalis meliputi demam dalam masa nifas oleh sebab apapun. Menurut joint Commitee On Maternal welfare defenisi demam (infeksi) nifas adalah kenaikan suhu sampai 38 oC atau lebih selama 2 hari berturut- turut dalam 10 hari pertama post partum dengan mengecualikan hari pertama. Suhu harus diukur selama 4 kali sehari.

Penyebab infeksi nifas
Infeksi nifas dapat disebabkan antara lain :
  1. Bakteri yang berasal dari penderita lain atau kain yang tidak steril (eksogen).
  2. Kuman yang berasal dari rumah sakit dan dalam tenggorokan orang-orang yang nampak sehat (stafilokokus).
  3. Kuman yang berasal dari kandung kencing atau rektum dan dapat menyebabkan infeksi pada perineum, vulva, dan endometrium.
  4. Kuman yang bersifat anaerobik yang sering terjadi pada abortus kriminalis
Cara terjadinya infeksi nifas
Infeksi pada masa nifas dapat terjadi sebagai berikut :
  1. Tangan penolong yang tertutup sarung tangan pada saat melakukan pemeriksaan dalam membawa bakteri yang sudah ada dalam vagina keatas (uterus).
  2. Sarung tangan atau alat-alat terkena kontaminasi bakteri yang berasal dari hidung atau tenggorokan petugas kesehatan. Oleh karena itu hendaknya petugas kesehatan yang bekerja dikamar bersalin menggunakan masker.
  3. Koitus pada akhir kehamilan bukan merupakan sebab penting, kecuali mengakibatkan pecahnya ketuban.
Faktor predisposisi infeksi nifas
Faktor - faktor yang menyebabkan terjadinya infeksi nifas adalah
1. Perdarahan dan trauma persalinan
2. Partus lama, terutama dengan ketuban pecah .
3. Tindakan bedah vaginal, yang menyebabkan perlukaan pada jalan lahir.
4. Tertingalnya sisa plasenta, selaput ketuban, dan bekuan darah.

Penanganan umum infeksi nifas
  • Antisipasi setiap faktor kondisi ( faktor predisposisi ) dan masalah dalam proses persalinan yang dapat berlanjut menjadi komplikasi dalam masa nifas.
  • Berikan pengobatan yang rasional dan efektif bagi ibu yang mengalami infeksi nifas (antibiotik).
  • Bila ada sisa plasenta lakukan pengeluaran.
  • Lakukan tindakan dan perawatan yang sesuai bagi bayi baru lahir dari ibu yang mengalami infeksi pada saat persalinan.
  • Berikan hidrasi oral / IV secukupnya.
Deteksi dini
Tanda dan gejala
1. Metritis(Endometritis / Endomiometritis)
  • Lochea berbau
  • Uterus tegang dan subinvolusi
  • Perdarahan pervaginam
  • Syok
  • Peningkatan sel darah putih.
2. Abses pelvik
  • Nyeri perut bagian bawah
  • Pembesaran perut bawah
  • Demam tearaus menerus
  • Dengan antibiotok tidak membaik
  • Kavum douglas
3. Peritonitis
  • Nyeri perut bagian bawah
  • Bising usus tidak ada
  • Perut yang tegang
  • Anoreksia/muntah
4. Bendungan pada payudara
  • Nyeri payudara dan tegang
  • Payudara yang mengeras dan membesar (pada kedua payudara) Biasanya terjadinya antara hari 3-5 pascapersalinan
5. Mastitis
  • Nyeri payudara dan tegang/bengkak
  • Ada inflamasi yang didahului bendungan
  • kemerahan yang batasnya jelas pada payudara
  • Biasanya hanya satu payudara
  • Biasanya terjadi antara 3 – 4 minggu pascapersalinan
6. Abses payudara
  • Payudara yang tegang dan padat kemerahan
  • Pembengkakan dengan adanya fluktuasi
  • Mengalir nanah
7. Selulitis pada luka
  • Nyeri pada luka / irisan dan tegang/indurasi
  • Luka/irisan pada perut dan perineal yang mengeras/indurasi
  • Keluar pus
  • Kemerahan
8. Abses atau hematom pada luka insisi
  • Luka yang mengeras disertai pengeluaran cairan serous atau kemerahan dari luka;
  • tidak ada / sedikit erithema dekat luka insisi
9. Infeksi pada traktus urinarius
Disuria
  • Nyeri dan tegang pada daerah pinggang
  • Nyeri suprapublik
  • Uterus tidak mengeras
  • Menggigil
10. Thrombosis vena dalam (pelviotromboflebitis dan femoralis)
  • Demam yang tinggi walau mendapat antibiotika
  • menggigil
  • Ketegangan pada otot kaki
  • Komplikasi pada paru, ginjal, persendian, mata dan jaringan subkutan
11. Pneumonia
  • Konsolidasi
  • Batuk
  • Peningkatan frekuensi nafas
  • Kerongkongan yang terasa penuh
  • Keluar dahak
  • Kesukaran bernafas
  • Nyeri dada
12. Malaria, Tifoid, hepatitis
  • Mengigil
  • Pembesaran liver
  • Pembesaran limpa
  • Kuning
  • Nyeri epigastrium
"

0 komentar:

Poskan Komentar

ARTIKEL YANG BERHUBUNGAN: