Minggu, 03 Oktober 2010

Langsing dengan Twitter

bawah judul
Lifestyle + / Kamis, 16 September 2010 12:26 WIB

Metrotvnews.com: Saat Anda tengah berusaha mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat, baik itu untuk berhenti merokok, menurunkan berat badan, atau mengencangkan tubuh, kunci kesuksesan mencapai target itu adalah keberadaan orang-orang yang mendukung Anda.

Anda kini dapat memanfaatkan kecanggihan teknologi, seperti telepon seluler ataupun situs jejaring sosial, guna mendapatkan dukungan dari banyak teman. Maka itu, tak mengherankan bila New York Times menobatkan Twitter sebagai salah satu cara terefektif dalam upaya penurunan berat badan.

Dengan Twitter, tak hanya bersosialisasi, Anda akan dapat menyadari pilihan makanan terbaik melalui kawan-kawan atau followers Anda. Berikut beberapa cara untuk memotivasi diri menurunkan berat badan melalui Twitter.

1. Cari rekan olahraga

Beberapa studi mengemukakan bahwa seorang rekan dapat memotivasi Anda untuk lebih bersemangat dan disiplin dalam berolahraga. Salah satu studi pun menemukan bahwa para ibu yang memiliki rekan berolahraga berhasil menurunkan berat badan lebih cepat ketimbang ibu yang berolahraga sendirian.

2. Rajin update status

Dengan adanya berbagai situs jejaring sosial, Anda dapat berbagi usaha ataupun kemajuan Anda dalam program penurunan berat badan melalui status di facebook atau tweet di Twitter. Dengan cara ini, kawan-kawan Anda di jejaring sosial tersebut, atau orang asing sekalipun menyadari bahwa Anda benar-benar disiplin dalam menjalani progan yang Anda jalankan. Mereka pun nantinya juga bisa termotivasi oleh Anda.

3. Buat catatan

Sebuah studi menemukan bahwa para peserta diet yang mencatat makanan dan olahraga yang telah dilakukan berhasil menurunkan berat badan dua kali lebih cepat ketimbang yang tidak. Untuk itu, jangan sungkan untuk membuat catatan mengenai apa yang telah Anda makan dan olahraga apa yang telah dilakukan di akun Facebook atau Twitter Anda lalu share-lah ke kawan-kawan Anda.

Tak usah malu, dengan membagi kisah tentang upaya Anda menurunkan berat badan di Twitter, followers Anda pun akan memberikan dukungan sehingga Anda akan lebih termotivasi. (MI/DOR)
BACA SELENGKAPNYA - Langsing dengan Twitter

Google Tambah Fitur Jejaring Sosial

bawah judul
JAKARTA: Google Inc akan menambah fitur jejaring sosial sebagai produk utamanya selama ini, guna meningkatkan persaingan dengan Facebook Inc.

Facebook sebagai situs jejaring sosial, menempati posisi pertama sebagai situs yang sering diakses masyarakat Indonesia, sedangkan Google berada pada posisi ketiga.

Posisi kedua ditempati Google.co.id, posisi keempat Yahoo, sedangkan Blogger.com menempati posisi kelima.

Namun, secara global, Google masih menjadi situs yang paling sering diakses, sedangkan Facebook menempati posisi kedua diikuti Youtube, yahoo dan windows live.

Berdasarkan data dari Kementerian Komunikasi dan Informatika, pengguna Facebook sudah mencapai 700 juta pengguna yang terdiri dari 400 juta pengguna aktif.

Sementara itu, pengguna internet di Tanah Air terus meningkat hingga mencapai 30 juta atau 12,5% dari total jumlah penduduk.

Rencana penambahan fitur jejaring sosial Google tersebut disampaikan oleh Chief Executive Officer Eric Schmidt seperti dikutip dari Bloomberg, hari ini.

Menurut dia, perubahan tersebut (penambahan fitur jejaring sosial) akan datang pada akhir tahun ini saat memasuki musim gugur. Namun, dia enggan merinci lebih jauh soal penambahan fitur jejaring sosial itu.

Rencana tersebut juga diamini oleh eksekutif dari Facebook Inc, bahwa Google sedang membangun situs jejaring sosial yang baru. Google sedang bersaing dengan Facebook.

Facebook diklaim sebagai penyedia layanan jejaring sosial paling laku, karena mampu melewati Google yang merupakan situs yang palig sering dikunjungi di Amerika Serikat pada awal tahun ini. (su)

Posting terkait:
Facebook Taklukkan Google
Orang Lebih Banyak "Nongkrong" di Facebook daripada Google
Pengguna Internet lebih lama Online di Facebook ketimbang di Google
Pengguna Facebook Meledak di Malaysia
Facebook sudah Kalahkan Raja Internet
BACA SELENGKAPNYA - Google Tambah Fitur Jejaring Sosial

Dax Shepard Can't Shake His Douchebag Reputation

bawah judul
Dax Shepard

Dax Shepard is convinced his movie roles have earned him a bad reputation among female audiences.

He explained, "People thought I was a d**chebag because I played d**chebags. Like, I thought if I was a d**khead in Baby Mama, people would know I'm actually not one in real life.

"Of course, those who actually went to see the movies I was in, like dudes from the Midwest, didn't give a s**t. They just cared if I was funny."

Oh, and did you know he's engaged to Kristen Bell? How did that happen?
BACA SELENGKAPNYA - Dax Shepard Can't Shake His Douchebag Reputation

Kesehatan Reproduksi Perempuan

bawah judul
Masa reproduksi normal wanita, ditandai dengan perdarahan siklik dari uterus (rahim) yang dikenal dengan menstruasi atau haid. Kebanyakan dari cewek, merasa khawatir jika kalender hampir menunjukkan tanggal dimana akan datang tamu tak diundang.
Yup! It’s Menstruation.

But, jangan dijadiin problem yang bisa bikin stress yah! Emang sih, haid ini cukup mengganggu wanita dan membuat segalanya jadi tidak nyaman; darah yang keluar cukup banyak walaupun udah pake pembalut yang super panjang dan tebal tetap aja bisa nembus ke rok atau celana. Belum lagi rasa pegal pada punggung, pinggul linu, badan panas dingin, mual, dan yang paling dikhawatirkan, yaitu rasa sakit luaar biasa pada perut bagian bawah. Hal ini membuat kita malas beraktifitas, and pengennya tiduran aja di kamar.

NYERI PERUT BAGIAN BAWAH
80% wanita merasakan nyeri tersebut, dan mungkin beberapa menyebar ke punggung, pinggul, diikuti demam, mual, mulas, capek, kadang sakit kepala. Hal ini biasanya berlangsung selama 2/3 hari awal masa haid yang diikuti perdarahan yang lumayan banyak. Rasa sakit ini dirasakan oleh 15% wantia didunia.
Tahu gak sih! Makin dewasanya wanita, rasa sakit yang dialami semakin buruk. But don’t worry, hal tersebut tidak berakibat pada kerusakan uterus/rahim, dan ovarium/kandung telur. Banyak perempuan mengaku rasa sakit ini akan berkurang setelah mereka melahirkan bayi.

APA PENYEBABNYA?
Belum ada keterangan medis mengenai penyebab pasti nyeri perut ini. Namun, sejumlah besar prostaglandin (bahan kimia alami yang diproduksi oleh tubuh disebabkan lepasnya telur dari ovarium) ditemukan pada darah haid dan menimbulkan nyeri akibat kontraksi uterus meningkat dan membuat aliran darah dan oksigen pada otot rahim berkurang. Pada kondisi inilah, kram akan menjadi-jadi.

Truz, bagi kamun yang mungkin dah berusia 17+, dan belum kedatangan tamu tiap bulan, coba deh ke dokter buat periksa! Mungkin saja ada gangguan seperti hymen imperforatus (selaput darah yang tidak menunjukkan lubang sama sekali) atau jika kamu obesitas/kegemukan, dan merasa nyeri seperti halnya orang halangan tiap bulannya, mungkin saja hal tersebut membuat darah kamu lebih kental dibanding normalnya. So, darah yang seharusnya keluar melalui vagina malah tersendat.
BACA SELENGKAPNYA - Kesehatan Reproduksi Perempuan

Penyebab Perdarahan Trimester Awal Kehamilan

bawah judul
Penyebab perdarahan di Trimester awal kehamilan adalah : abortus, kehamilan ektopik (luar rahim), mola (hamil anggur) dan sumber lokal dari leher rahim: robekan, polip, kanker leher rahim dan pecahnya varises di leher rahim.

Disini kita akan lebih fokus ke abortus saja. Abortus artinya berakhirnya kehamilan sebelum janin viabel (bisa hidup) yaitu kurang dari 20 minggu atau berat kurang dari 500 mg. Memang janin segitu banyak yang mati dari pada hidup. Dulu defenisi abortus dipakai sampai kehamilan 28 minggu atau berat janin 1 kg.

Ada 4 tahapan proses abortus spontan: Abortus Iminens (Threatened Abortion), Insipiens (Inevitable Abortion), Inkomplit (Incomplete Abortion) dan Komplit (Complete Abortion)

Empat komponen pembeda masing2 abortus adalah : jumlah perdarahan, kolik rahim, pembukaan leher rahim dan ukuran rahim. Contohnya Abortus iminens (Threatened Abortion) jumlah perdarahan sedikit, nyeri kolik rahim tidak ada, pembukaan leher rahim tidak ada dan besarnya rahim masih sesuai dengan usia kehamilan dan seterusnya seperti terlihat pada tabel diatas.

Penyebab

* Kelainan embryo merupakan 80-90% sebagai penyebab abortus Trimester I, berupa kelainan kromosom : trisomi, monosomi, triploidi dll.
* Faktor ibu. Penyakit kronis: diabetes, hipertensi,kelainan ginjal dll. Penyakit akut : infeksi rubella, Cytomegali virus, toxoplasmosis, Mycoplasma dll
* Penyakit atau abnormalitas alat reproduksi : mioma rahim, cervix incompetence dll
* Faktor2 luar : merokok, alkohol, caffeine (banyak pada kopi dan teh) dll

Pengobatan
Abortus Iminens : Bed rest sampai perdarahan berhenti, no sexual intercourse, penenang jika pasien gelisah, hormon progesteron (duphaston), tokolitik (hystolan), antiprostaglandin (aspirin/aspilet), asam folat (folaplus).
Abortus insipien : Usaha untuk mempertahankan kehamilan akan sia2, untuk kehamilan kurang 12 minggu dilakukan kuret dengan vakum maupun kuret biasa. Jika kehamilan lebih dari 12 minggu, janin dilahirkan terlebih dulu dengan menginduksi kehamilan/abortus.
Abortus inkomplit : sama dengan abortus insipien
Abortus komplit : diberi obat uterotonika seperti metergin (metilat) tablet dan anti nyeri (cetalmic).

Kuretase

Video Kuret. Prosedur inti dimulai dari menit ke 1.43 yaitu dilakukan pemasangan spekulum bagiaan bawah dan atas liang vagina. Selanjutnya bagian leher rahim di posisi jam 11 dipasang penjepit untuk menarik leher rahim agar dalam posisi garis lurus dengan rahim. Hasil konsepsi dikeluarkan terlebih dahulu dengan cunam ovum. Setelah sebagian besar keluar, rongga rahim dibersihkan dengan sendok kuret secara sistematis sampai bersih, ditandai dengan darah yang berbuih. Hasil kerokan dimasukkan kedalam larutan pengawet untuk dikirim ke Lab guna pemeriksaan patologi anatomi (dengan mikroskop.)
BACA SELENGKAPNYA - Penyebab Perdarahan Trimester Awal Kehamilan

waspada Anemia pada Kehamilan

bawah judul
HAMIL WASPADAI ANEMIA


A. LATAR BELAKANG
Anemia merupakan kekurangan zat besi yang biasa diderita oleh wanita hamil pada dasarnya anemia merupakan masalah rasional dan berpengaruh sangat besar terhadap kualitas sumber daya manusia.
Menurut WHO kejadian anemia hamil berkisar antara 20%-89% dengan menetapkan Hb 11 gr% sebagai dasarnya. Angka anemia kehamilan di Indonesia menunjukkan nilai yang cukup tinggi. How Swie Tjioeng menemukan angka anemia kehamilan 3,8% pada trimester I, 13,6% pada trimester II, dan 24,8% pada trimester III. Akrib Sukarman menemukan sebesar 40,1% di Bogor. Bakta menemukan 50,7% di Puskesmas kota Denpasar sedangkan Sindu menemukan 70% ibu hamil di Indonesia menderita anemia kurang gizi.
Selain itu didaerah pedesaan banyak dijumpai ibu hamil dengan malnutrisi atau kekurangan gizi; kehamilan dan persalinan dengan jarak yang berdekatan; dan ibu hamil dengan pendidikan dan tingkat sosial ekonomi rendah.
B. PENGERTIAN
Anemia pada kehamilan adalah anemia karena kekurangan zat besi, jenis anemia yang pengobatannya relatif mudah, bahkan murah. Anemia pada kehamilan merupakan masalah nasional karena mencerminkan nilai kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat, dan pengaruhnya sangat besar terhadap kualitas sumber daya manusia.
Anemia hmil disebut ” potential danger to matter and child (potensial membahayangkan ibu dan anak) ”, karena itulah anemia memerlukan perhatian khusus dari semua pihak yang terkait dalam pelayanan kesehatan pada lini terdepan.
Baik di negara maju maupun di negara berkembang, seseorang disebut menderita anemia bila kadar Hemoglobin (Hb) kurang dari 10 gr %, disebut anemia berat atau bila kurang dari 6 gr %, disebut anemia gravis.
Wanita tidak hamil mempunyai nilai normal hemoglobin 12 – 15 gr % dan hematokrit 35-54 %, angka – angka tersebut juga berlaku untuk wanita hamil, terutama wanita yang mendapat pengawasan selama hamil. Oleh karena itu, pemeriksaan hematokrit dan hemogloblin harus menjadi pemeriksaan darah rutin selama pengawasan antenatal. Sebaiknya pemerintahan dilakukan setiap 3 bulan atau paling sedikit 1 kali pada pemeriksaan pertama atau pada triwulan pertama dan sekali lagi pada triwulan akhir.
Penyebab anemia umumnya adalah :
1. Kurang gizi ( malnutrisi
2. Kurang zat besi dalam diet
3. Malabsorpsi
4. Kehilangan daerah yang banyak : persalinan yang lalu, haid, dll
5. Penyakit-penyakit kronik : tbc, paru, cacing usus, malaria, dll
Dalam kehamilan, jumlah darah bertambah ( hiperemia / hipervolumia )karena itu terjadi pengenceran darah karena sel-sel darah tidak sebanding pertambahannya dengan plasma darah. Perbandingan tersebut adalah :
• Plasma darah bertambah : 30%
• Sel-sel darah bertambah : 18%
• Hemoglobin bertambah : 19%

Secara fisiologis, pengeceran darah ini adalah untuk membantu meringankan kerja jantung.
a.1.1. Bentuk-bentuk Anemia
1. Anemia defresiasi besi (62,3%)
Anemia jenis ini biasanya berbentuk normositik dan hipokromik serta banyak dijumpai. Penyebabnya sebagai penyebab anemia umumya.
Pengobatan :
Keperluan zat besi untuk wanita hamil, non-hamil dan dalam laktasi yang dianjurkan adalah :
FNB Amerika Serikat (1958) : 12 mg-15mg-15mg
LIPI Indonesia (1968) : 12mg-17mg-17mg
Kemsan zat besi dapat diberikan peroral atau parenteral
Peroral : sulfas ferasus ata glukonas ferosus denan dosis 3-5x0,20 mg
Parenteral : diberikan bila ibu hamil tidak tahan pemberian peroral atau absorbsi di saluran pencernaan kurang baik, kemasan diberikan secara intramuskuler atan intravera. Kemasan ini antara : imferon, jectofer dan ferrigen.
Hasil lebih cepat dari pada peroral.
a.1.2. Anamia Megaloblastik biasanya berbentuk makrositik atau pernisiosa penyebab:
Kekurangan asam folik
Kekurangan Vit B12
Malnutrisi dan infeksi yang kronit
Pengobatan
Asam Folik 15 – 30 mg per hari
Vit B12 3x1 tablet per hari
Sulfas Ferosus 3x1 tablet per hari
Pada kasus berat dan pengobatan per oral hasilnya lamban maka dapat diberikan tanfusi darah.
a.1.3 Anemia hipoplasti (8,0%)
Disebabkan oleh hipofungsi sumsum tulang belakang, membentuk sel-sel darah merah baru. Untuk diagnosis diperlukan pemeriksaan-pemeriksaan :
Darah tepi lengkap
Pemeriksaan fungsi sternal
Pemeriksaan retikulosh
Penyebab belum diketahui pasti, kecuali yang disebabkan oleh infeksi berat (sepsis), keracunan, dan sinar rontgen atau sinar radiasi
Pengobatan :
Terapi dengan obat-obatan tidak memuaskan mungkin pengobatan yang paling balik yaitu transfusi darah yang yang perlu sering diulang.
a.1.4. Anemia Hemolitik ( sel sickle )(0,7%)
Disebabkan penghancuran / pemecahan sel darah merah yang lebih cepat dari pembuatannya.
Ini dapat disebabkan oleh :
a) faktor intrakorpuskoler : dijumpai pada anemia hemolitik, heriditer, talasemia, anemia sel sitkle (sabit), hemoglobinopati C,D,G,H,I dan paraksimal noktural hemoglobinuria.
b) Faktor ekstrakorpuskoler : disebabkan malaria, sepsis, keracunan zat logam dan dapat beserta obat-obatan : leukimia, penyakit hodgkin,dll.
Gejala utama :
Anemia dengan kelainan-kelainan gambaran darah
Kelelahan dan kelemahan
Gejala komplikasi bila terjadi kelainan pada organ-organ vital
Pengobatan
Bergantung pada jenis anemia hemolitik serta penyebabnya, bila disebabkan oleh infeksinya diberantas dan diberikan obat-obatan penambah darah. Namun pada beberapa jenis obat-obatan, hal ini tidak memberi hasil. Maka transfusi darah yang berulang dapat membantu penderita.
B. Pengaruh Anemia pada Kehamilan
1. Pengaruh anemia terhadap kehamilan
a. Bahaya selama kehamilan
• Dapat terjadi abortus
• Persalinan prematuritas
• Hambatan tumbuh kembang janin dalam rahim
• Mudah terjadi infeksi
• Ancaman dekoinpensasi kordis (Hb < 6 gr%)
• Mola Hidatidosa
• Hiperemesis Gravidarum
• Pendarahan antepartum
• Ketuban pecah dini ( KPO )
b. Bahaya saat persalinan
• Gangguan his – kekuatan mengejan
• Kala pertama dapat berlangsung lama, dan terjadi portus terlantai
• Kala kedua berlangsung lama sehingga dapat melelehkan dan sering memerlukan tindakan operasi kebidanan.
• Kala uri dapat diikuti retensio plasenta, dan pendarahan postpartum karena atonia uteri
• Kala keempat dapat terjadi pendarahan post partum sekunder dan atonia uteri
c. Pada Kala nifas
• Terjadi subinvolusi uteri menimbulkan pendarahan post partum
• Memudahkan infeksi puerpertum
• Pengeluaran ASI berkurang
• Terjadinya dekompensasi kordis mendadak setelah persalinan
• Anemia kala nifas
• Mudah terjadi infeksi mainmae
2. Bahaya terhadap janin
Akibat anemia dapat terjadi gangguan dalam bentuk :
• Abortus
• Terjadi kematian intro uterin
• Persalinan prematuritas tinggi
• Berat badan lahir rendah
• Dapat terjadi cacat bawaan
• Bayi mudah mendapat infeksi sampai kematian perinantal
• Intelegensi lemah
BACA SELENGKAPNYA - waspada Anemia pada Kehamilan

Informasi CPNS Sulsel 2010

bawah judul
November, Ujian CPNS Sulsel
Finalisasi Formasi CPNS Daerah 27 September ; Ujian Dilaksanakan Serentak di Seluruh Kabupaten Kota dan Pemprov ; Pemda Masih Tetap Prioritaskan Tenaga Guru dan Tenaga Kesehatan

Jumat, 17 September 2010 | 06:19 WITA
Makassar, Tribun - Seleksi tertulis penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Sulawesi Selatan diperkirakan berlangsung pada November mendatang.
Sebelumnya, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulsel
mengikuti rapat finalisasi formasi di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara (Menneg PAN) RI di Jakarta, 27 September mendatang.
Kepala BKD Sulsel, Murny Amien Situru, menyatakan, jadwal ditetapkan setelah pertemuan dengan menneg PAN. "Kami sudah mendapat undangan untuk pertemuan finalisasi formasi. Seleksi tidak boleh lewat Desember karena pengangkatannya Januari 2011," kata Murny kepada Tribun, Kamis (16/9).
Menneg PAN sudah menyerahkan formasi kepada masing-masing pemerintah daerah (pemda). Namun formasi tersebut masih bisa direvisi berdasarkan kebutuhan.
Untuk Pemprov Sulsel mendapat jatah 277 formasi, termasuk untuk jatah tenaga pendidik atau guru sebanyak 125 orang. "Pemprov tidak punya sekolah. Makanya kita revisi meminta agar tenaga kesehatan yang diperbanyak," kata Murny.
Hasil revisi yang diajukan Pemprov Sulsel adalah 140 orang untuk tenaga kesehatan, 124 tenaga teknis, dan 13 orang untuk atlet berprestasi.
Deputi SDM Bidang Aparatur Menneg PAN, Ramli Naibaho, mengatakan, setiap daerah diberi kesempatan melaksanakan tes sendiri-sendiri sesuai dengan kesiapan masing-masing. Namun proses seleksi sudah harus rampung paling lambat bulan Desember.
Tergantung Provinsi
Murny mengatakan seleksi tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya yakni bulan November. Tahun lalu, seleksi digelar mulai November. Tes diselenggarakan serentak di kabupaten/kota pada 12 Desember dan pengumuman hasil tes 23 Desember.
"Jadwalnya tidak jauh dari situ (November-Desember). Karena TMTnya mulai 1 Januari 2011," kata Murny.
Terpisah, Kepala BKD Makassar, Sittiara, menyatakan pihaknya menunggul jadwal seleksi dari provinsi. "Jadwalnya tergantung provinsi. Karena kabupaten dan kota harus bersamaan penerimaannya dalam satu provinsi. Tentunya setelah rincian persetujuan formasi seluruh daerah sudah terbit dari Jakarta," kata Sittiara.
Bone
Sementara BKDD Bone mengaku belum menerima pemberitahuan dari BKN maupun Menneg-PAN mengenai jadwal pasti penerimaan CPNS 2010.
Kepala BKDD Bone, M Ridwan, yang dikonfirmasi via telepon seluler, malam tadi, mengatakan, pihaknya masih menunggu kepastian dari pusat.
"Kita juga belum bisa memperkirakan kapan, karena kalau sudah ada petunjuk teknisnya, pasti semuanya jelas. Pasti akan kita umumkan," katanya.
Pemkab Bone telah mengirimkan rincian jurusan formasi CPNS untuk penerimaan tahun 2010 ke BKN dan MenPAN, Agustus lalu. Rincian jurusan tersebut walau masih bersifat usulan, namun akan dijadikan patokan oleh pusat untuk penerimaan CPNS Bone pada tahun ini.
"Kalau sudah ada balasan mengenai rincian jurusan yang akan diterima, berarti sudah ada juga jadwal dan tahapan penerimaan CPNS. Tapi kami belum peroleh informasi penerimaan itu," kata Ridwan.
Ia menambahkan, jurusan-jurusan yang diusulkan ke pusat, sudah sesuai dengan kebutuhan dari masing-masing SKPD.
Bone tahun ini mendapatkan 220 kuota dengan rincian untuk tenaga pendidik sebanyak 99 formasi, tenaga kesehatan 66 orang, dan tenaga teknis lainnya 55 formasi.
Untuk formasi tenaga kesehatan, Bone mengalokasikan 10 lowongan untuk kualifikasi dokter umum, dokter gigi dibutuhkan 3 orang, apoteker 3 orang, perawat 20 orang, dan bidan 20 orang.
Untuk formasi tenaga pendidik, Bone mengalokasikan 99 formasi yang terdiri atas guru TK, SD, SMP, dan SMU.
Walaupun hanya mendapatkan alokasi 55 lowongan untuk tenaga teknis, namun formasi yang dibutuhkan adalah 24 jurusan/program studi. Jurusan yang dibutuhkan untuk tenaga teknis antara lain S1 Administrasi Negara untuk lowongan Analis Jabatan dan S1 Ilmu Hukum untuk formasi Analis Hukum.
Selain itu, pada penerimaan CPNS Bone tahun 2010 ini, dibuka juga kesempatan untuk lulusan SMA/SMK dan sederajat. Lulusan SMA/SMK akan ditempatkan sebagai polisi kehutanan dengan golongan II a dan jumlah yang dibutuhkan tujuh orang.
Sinjai
Untuk penerimaan CPNS 2010 di Kabupaten Sinjai, juga masih menunggu pemberitahuan dan petunjuk dari BKN.
"Hingga hari ini, belum ada jadwal yang disampaikan kepada kami. Pasti akan diumumkan jika sudah ada jadwal resmi dari pusat," kata Kepala BKDD Sinjai, Taufik.
BKN telah menyetujui 200-an kuota CPNS Sinjai untuk penerimaan tahun 2010 ini. Jumlah itu jauh di bawah jumlah yang diusulan Pemkab Sinjai yaitu sebanyak 1.523 orang.
Taufik mengungkapkan, pengusulan itu terdiri atas tiga kategori yaitu untuk tenaga kesehatan sebanyak 283 orang, tenaga teknis 363 orang, dan tenaga pendidik sebanyak 877 orang.
"Sesuai dengan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, usulan tersebut memang tidak akan diterima semuanya, namun kami memang hanya sebagai pelaksana tekhnis dari usulan masing-masing SKPD di lingkup Pemkab Sinjai," kata Taufik.
Parepare
Kasubid Data dan Informasi Pegawai BKDD Parepare, Alimin, mengatakan, sejauh ini belum ada informasi dan waktu seleksi CPNS.
"Rincian formasi dari pusat juga belum turun. Biasanya kalau rincian formasi yang akan
dibuka telah kita terima, maka menyusul jadwal pelaksanaan seleksi penerimaan CPNS," kata Alimin, kemarin. (ans/rip)
BACA SELENGKAPNYA - Informasi CPNS Sulsel 2010

Terindeks di One Page Google

bawah judul
who does not want to be on the first page of google?
siapa se yang tidak mo postingan blognya berada di halaman pertama Google. Gampang-gampang sulit banyak orang bilang merupakan hal yang Spektakuler, sebagian besar merupakan hasil kerja keras dari belajar SEO, beberapa bilang adalah faktor kebetulan atau suatu rekor. terindeks di one page google merupakan impian dari setiap blogger manapun. Belajar, bertanya, eksperimen bahkan sampai melakukan spamming besar-besaran dilakukan untuk meraih impian one page google.

Ada banyak faktor menyebabkan postingan kita langsung terindeks bahkan di one page google, seperti:
  1. Unic content karena google sangat menyukai konten unik seperti sekarang penulis membikin postingan ini.
  2. Keyword itu sendiri, keyword biasanya judul dari blog, ini sangat tergantung ada / tidaknya keyword tersebut dan tingkat persaingan yang ada. Keyword yang tidak ada di google (ini ada saat kita mengetikan kata atau frasa secara otomatis google akan menerjemakan kata yang mungkin kita cari). Kalau keyword itu tidak ada/ tidak banyak di cari maka tingkat persaingannya sangat kecil sekali sehingga berada di one page google sangat besar. Seperti halnya judul blog ini "terindeks di one page google" cuma ada 1 postingan yang merupakan inspirasi penulis semoga ada di bawah postingan dengan judul serupa. Sebaliknya juga jika keywordnya ada/banyak dicari di mesin Google maka persaingannya mungkin ketat jadi bukan tidak mungkin untuk menjadi one page Google sangat berat. Besaran pencarian menurut penulis bukan menjadi patokan besarnya tingkat persaingan. Misalkan ada keyword di Google yang hasil penelusurannya 4.000.000 belum tentu menunjukkan persaingan yang ketat, tapi hasil penelusuran 14.000 belum tentu menujukkan tingkat persaingan yang ringan.
  3. Google Index atau yang orang bilang Googlebot, adalah robot crawler yang menjadikan postingan kita ada / tidak di Google.
Ketiga itu hanya merupakan pengalaman penulis yang terus mencari dan mencari bagaimana cara paling cepat terindeks di one page google. Akhirnya postingan penulis tidak hanya 1 menit terindeks google tapi terindex google dalam 30 detik. Mungkin untuk ahli SEO dan webmaster adalah suatu hal yang lumrah tapi bagi blogger yang baru terjun ke blogging merupakan hal yang luar biasa.

Mo Copas, monggo tinggalkan linknya ya... trims
BACA SELENGKAPNYA - Terindeks di One Page Google

KTI Kebidanan

bawah judul
DOWNLOAD KTI KEBIDANAN LENGKAP (dokumen word-doc) :
Berikut adalah Kumpulan KTI (Karya Tulis Ilmiah) Kebidanan sudah dalam bentuk dokumen Word (.doc). KTI ini akan terus saya tambah, silahkan anda KLIK JUDULnya untuk melihat dan DOWNLOAD:
  1. HUBUNGAN ANTARA PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN DINI DENGAN PERTUMBUHAN BERAT BADAN BAYI
  2. GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PENYAKIT PNEUMONIA PADA BALITA DI PUSKESMAS
  3. GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA SMA ...... TERHADAP INFEKSI MENULAR SEKSUAL
  4. FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGETAHUAN IBU MENYUSUI TENTANG ASI DI DESA
  5. FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGETAHUAN IBU MENYUSUI TENTANG ASI DI DESA BANJARWANGUNAN
  6. GAMBARAN PENGETAHUAN IBU BAYI TENTANG IMUNISASI DPT COMBO DI UPT PUSKESMAS
  7. GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG ASI EKSLUSIF DI DESA ..... UPT PUSKESMAS
  8. GAMBARAN PENGETAHUAN TENTANG ASI EKSKLUSIF PADA IBU HAMIL BERDASARKAN KARAKTERISTIK DI PUSKESMAS
  9. GAMBARAN PENGETAHUAN TENTANG ASI EKSKLUSIF PADA IBU HAMIL BERDASARKAN KARAKTERISTIK IBU DI PUSKESMAS
  10. HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG RISIKO PERSALINAN DG SIKAP IBU HAMIL MEMILIH PERSALINAN SECARA SECTIO CAESARIA
  11. HUBUNGAN ANTARA PERSALINAN SEKSIO SESAREA DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA PADA BAYI BARU LAHIR
  12. HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU DENGAN PEMILIHAN ALAT KONTRASEPSI
  13. PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG KONTAK PERTAMA KALI DENGAN TENAGA KESEHATAN (K1) DI BPS
  14. PENGETAHUAN IBU TENTANG KEMAMPUAN BERBICARA PADA ANAK USIA 12 – 15 BULAN DI DUSUN DEMPEL DESA
  15. PENGETAHUAN AKSEPTOR KB SUNTIK 1 BULAN TENTANG EFEK SAMPING KB SUNTIK 1 BULAN DI BPS
  16. HUBUNGAN ANTARA KARAKTERISTIK IBU HAMIL DG PENGETAHUAN TTG TANDA BAHAYA PADA KEHAMILAN TRIMESTER III DI PUSKESMAS
  17. ANALISIS PERBEDAAN BERAT BADAN SEBELUM DAN SESUDAH MENGGUNAKAN KB SUNTIK DI BPS
  18. GAMBARAN INDIKASI DAN KARAKTERISTIK IBU BERSALIN DENGAN SEKSIO SESAREA DI DI RUMAH SAKIT UMUM
  19. GAMBARAN PENGETAHUAN BIDAN TENTANG ASUHAN PERSALINAN KALA I DI BIDAN PRAKTEK SWASTA
  20. GAMBARAN PENGETAHUAN BIDAN TENTANG ASUHAN PERSALINAN KALA I DI BPS
  21. GAMBARAN PENGETAHUAN IBU PRIMIGRAVIDA TENTANG PERUBAHAN FISIOLOGIS SELAMA KEHAMILAN DI KLINIK BERSALIN
  22. GAMBARAN PENGETAHUAN KELUARGA TENTANG DEPRESI PADA LANSIA DI DESA
  23. GAMBARAN PENGETAHUAN PETUGAS KESEHATAN TENTANG MUTU PELAYANAN KESEHATAN DI PUSKESMAS
  24. GAMBARAN PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG MENARCHE DI SMP NEGERI
  25. HUBUNGAN KARAKTERISTIK DAN PENGETAHUAN IBU DENGAN PEMILIHAN ALAT KONTRASEPSI KB DI KELURAHAN
  26. HUBUNGAN KARAKTERISTIK IBU BALITA DENGAN TUMBUH KEMBANG BALITA DI RW.02 DESA KUMBUNG
  27. HUBUNGAN KARAKTERISTIK IBU HAMIL DENGAN PENGETAHUAN ASUPAN MAKANAN BERGIZI DI DESA
  28. HUBUNGAN KARAKTERISTIK IBU HAMIL DENGAN PENGETAHUAN MANFAAT TABLET ZAT BESI DI WILAYAH UPTD PUSKESMAS
  29. HUBUNGAN KARAKTERISTIK IBU MENYUSUI TERHADAP PEMBERIAN ASI DI UPT PUSKESMAS
  30. HUBUNGAN KARAKTERISTIK IBU MENYUSUI TERHADAP PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI PADA BAYI USIA 0 – 12 BULAN
  31. HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG ANEMIA DENGAN KEPATUHAN IBU HAMIL MEMINUM TABLET ZAT BESI DI DESA
  32. HUBUNGAN USIA TERHADAP PERDARAHAN POSTPARTUM DI RSUD
  33. KARAKTERISTIK PELAKSANAAN SENAM LANSIA PADA POSYANDU ..... DESA
  34. PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG ANTENATAL CARE DI PUSKESMAS ........ DITINJAU DARI SEGI UMUR, PENDIDIKAN
  35. PENGETAHUAN KELUARGA TENTANG DEPRESI PADA LANSIA DI DESA
  36. GAMBARAN KEJADIAN PREEKLAMPSIA BERDASARKAN KARAKTERISTIK IBU DI UPTD PUSKESMAS
  37. GAMBARAN PENGETAHUAN IBU POST PARTUM TTG ASI EKSKLUSIF BERDASARKAN KARAKTERISTIK DI BRSUD
  38. HUBUNGAN ANEMIA DAN FAKTOR LAIN DENGAN TERJADINYA PERDARAHAN POST PARTUM DI RSUD
  39. HUBUNGAN PREEKLAMPSIA DENGAN PERDARAHAN POST PARTUM DI BRSUD
  40. PELAKSANAAN PEMANTAUAN PERTUMBUHAN BALITA DI POSYANDU WILAYAH UPTD PUSKESMAS
  41. PERBEDAAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TERHADAP PERILAKU KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA PADA SISWA SMP DAN MTS
  42. PENGETAHUAN IBU HAMIL TRIMESTER I TENTANG EMESIS GRAVIDARUM DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS
  43. GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP SISWA SMUN 1 ..... TENTANG PENDIDIKAN SEKS (SEX EDUCATION)
  44. GAMBARAN SIKAP IBU HAMIL TRIMESTER III TENTANG HUBUNGAN SEKSUAL SELAMA KEHAMILAN
  45. HUBUNGAN KEJADIAN PARTUS PREMATUR DENGAN PARITAS DI KAMAR BERSALIN RSUD
  46. HUBUNGAN KEPUASAN IBU HAMIL PADA PELAYANAN ANTENATAL CARE OLEH BIDAN DENGAN MOTIVASI MELAKUKAN ANTENATAL
  47. HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TTG PEMANTAUAN PERTUMBUHAN DI POSY.DG PERTUMBUHAN BB PADA BALITA USIA 0–60 BULAN DI DESA
  48. GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA SMA WIYATA DHARMA MEDAN TERHADAP INFEKSI MENULAR SEKSUAL
  49. HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN ORANG TUA TENTANG PEMBERIAN MAKAN KEPADA ANAK DENGAN KEJADIAN OBESITAS PADA BALITA
  50. KARAKTERISTIK PENDERITA KANKER LEHER RAHIM DI RSUD
  51. GAMBARAN PENATALAKSANAAN CARA MEMANDIKAN NEONATUS 0-7 HARI TERHADAP IBU NIFAS DI BPS
  52. KARAKTERISTIK IBU HAMIL YANG MELAKSANAKAN ANTENATAL CARE DI BPS
  53. GAMBARAN PENGETAHUAN AKSEPTOR KB SUNTIK TENTANG EFEK SAMPING DEPO MEDROXYPROGESTERONE ASETAT (DMPA) DI RB
  54. HUBUNGAN BERAT BADAN LAHIR DENGAN RUPTUR PERINEUM PERSALINAN NORMAL PADA PRIMIGRAVIDA (BAB I-IV)
  55. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ANEMIA DALAM KEHAMILAN DI BPS
  56. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEENGANAN AKSEPTOR KB UNTUK MENGGUNAKAN ALAT KONTRASEPSI IUD DI PUSKESMAS
  57. GAMBARAN IBU MELAKUKAN PENYAPIHAN ANAK KURANG DARI 2 TAHUN DI DESA
  58. GAMBARAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS
  59. GAMBARAN PELAKSANAAN 7T PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS
  60. GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA TENTANG HIV-AIDS DI SMU
  61. KARAKTERISTIK IBU YANG MENYAPIH ANAK DI BAWAH USIA SATU TAHUN DI WILAYAH KERJA WILAYAH KERJA PUSKESMAS
  62. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT IBU TERHADAP PEMAKAIAN KONTRASEPSI IMPLANT DI DESA
  63. PENGETAHUAN DAN APLIKASI MAHASISWI TINGKAT II AKBID TENTANG PARTOGRAF
  64. GAMBARAN RENDAHNYA CAKUPAN PENIMBANGAN BALITA DI POSYANDU .... DI DESA
  65. ANALISA SENAM HAMIL PADA IBU HAMIL DI KELAS IBU DI POSYANDU
  66. TINGKAT PENGETAHUAN IBU PRIMIGRAVIDA TENTANG KEHAMILAN FISIOLOGIS DI RB
  67. PENGETAHUAN IBU MENYUSUI TENTANG PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI PADA BAYI 6 - 24 BULAN DI BPS
  68. KGAMBARAN AKSEPTOR KB METODE OPERATIF PRIA (MOP) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS
  69. GAMBARAN AKSEPTOR KB AKDR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS
  70. PENGETAHUAN IBU MENYUSUI TENTANG PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI PADA BAYI 6 – 24 BULAN DI BPS
  71. KARAKTERISTIK PASANGAN USIA SUBUR YANG TIDAK MENGIKUTI PROGRAM KELUARGA BERENCANA DI DESA
  72. PENGETAHUAN REMAJA PUTRI KELAS III TENTANG SEKS SEKUNDER DI SMP
  73. PENGETAHUAN IBU MENYUSUI TENTANG ALAT KONTRASEPSI KB SUNTIK DI KELURAHAN
  74. PENGETAHUAN IBU TENTANG BIANG KERINGAT PADA BAYI 0-1 TAHUN DI BPS
  75. PENATALAKSANAAN PIJAT BAYI OLEH DUKUN PADA BAYI USIA 1-7 BULAN DI DESA
  76. PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG TANDA-TANDA BAHAYA MASA NIFAS DI BPS
  77. KARAKTERISTIK IBU YANG MEMERIKSAKAN PAP SMEAR DI RUMAH SAKIT
  78. HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG ASI TERHADAP PEMBERIAN PASI PADA BAYI 0-6 BULAN DI PUSKESMAS
  79. GAMBARAN PENGETAHUAN TENTANG PERAWATAN BAYI PREMATUR DI RSU (BABI-V)
  80. PENGETAHUAN PRIMIPARA TERHADAP PERKEMBANGAN BAYI 0-1 TAHUN DI KELURAHAN
  81. GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG DAMPAK ANAK YANG TIDAK MENDAPAT IMUNISASI POLIO DI PUSKESMAS
  82. GAMBARAN PENGETAHUAN IBU PRIMIGRAVIDA TENTANG PERUBAHAN FISIOLOGIS SELAMA KEHAMILAN DI KLINIK BERSALIN
  83. GAMBARAN PENGETAHUAN PRIMIPARA TERHADAP PERKEMBANGAN BAYI 0-1 TAHUN DI KELURAHAN
  84. GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRI USIA 10-19 TAHUN TENTANG KEBERSIHAN ALAT KELAMIN PADA SAAT MENSTRUASI DI DUSUN
  85. TINJAUAN PELAKSANAAN MANAJEMEN TERPADU BALITA SAKIT UMUR 2 BULAN SAMPAI 5 TAHUN DI PUSKESMAS
  86. HUBUNGAN PENGETAHUAN TTTG ANEMIA DG KEPATUHAN IBU HAMIL MEMINUM TABLET ZAT BESI DI DESA
  87. CAKUPAN PEMBERIAN VITAMIN A PADA IBU NIFAS DI BPS WILAYAH KERJA
  88. GAMBARAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS
  89. GAMBARAN PELAKSANAAN KELAS IBU DI WILAYAH KERJA
  90. TINJAUAN PELAKSANAAN MANAJEMEN TERPADU BALITA SAKIT BULAN SAMPAI 5 TAHUN DI PUSKESMAS
  91. TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG PERIKSA PAYUDARA SENDIRI (SADARI) DI SMU
  92. GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA PUTRI TENTANG MENARCHE DI SMP NEGERI
  93. PENGETAHUAN TENTANG BAHAYA MEROKOK PADA SISWA KELAS II SMA NEGERI
  94. GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TRIMESTER I TENTANG EMESIS GRAVIDARUM DI RB
  95. GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG VITAMIN A DI POSYANDU XXXXXX WILAYAH KERJA PUSKESMAS
  96. GAMBARAN PENGETAHUAN PRIMIPARA TERHADAP PERKEMBANGAN BAYI 0-1 TAHUN DI KELURAHAN
  97. GAMBARAN PENGETAHUAN REMAJA PUTRI KELAS II TENTANG DIET SEIMBANG DI SMA NEGERI
  98. GAMBARAN PENYAPIHAN ANAK KURANG DARI 2 TAHUN DI DESA
  99. GAMBARAN RENDAHNYA CAKUPAN PENIMBANGAN BALITA DI POSYANDU
  100. GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN IBU DALAM MENGHADAPI PERSALINAN DI
  101. GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN IBU DALAM MENGHADAPI PERSALINAN, DI BPS
  102. GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN TINGKAT PENDIDIKAN IBU YANG MEMPUNYAI BALITA (1-5 TAHUN) DI POSYANDU
  103. GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG SENAM HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS
  104. GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TERHADAP KEPUTIHAN DI DESA
  105. GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TERHADAP RESIKO PERKAWINAN DINI PADA KEHAMILAN DAN PROSES PERSALINAN
  106. KARAKTERISITK AKSEPTOR KB POK (PIL ORAL KOMBINASI) DI KELURAHAN
  107. KARAKTERISTIK AKSEPTOR KB ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS
  108. KARAKTERISTIK AKSEPTOR KB SUNTIK DI DESA XXXXX WILAYAH KERJA PUSKESMAS
  109. KARAKTERISTIK IBU BERSALIN DENGAN PARTUS LAMA DI RS
  110. KARAKTERISTIK IBU HAMIL DENGAN PRE-EKLAMSI DI RUMAH SAKIT UMUM
  111. KARAKTERISTIK IBU HAMIL YANG MENGKONSUMSI TABLET FE DI KELURAHAN
  112. KARAKTERISTIK IBU YANG MEMERIKSAKAN PAP SMEAR DI RUMAH SAKIT
  113. KEPATUHAN IBU HAMIL DALAM MENGKONSUMSI TABLET FE DI BPS
  114. PENATALAKSANAAN CARA MEMANDIKAN NEONATUS 0-7 HARI TERHADAP IBU NIFAS DI BPS
  115. PENATALAKSANAAN PENCEGAHAN INFEKSI PADA PROSES PERTOLONGAN PERSALINAN DI KLINIK
  116. PENGETAHUAN DAN APLIKASI MAHASISWI TINGKAT II AKBID XXXXXXXXX TENTANG PARTOGRAF
  117. PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU PRIMIGRAVIDA TENTANG PERSIAPAN PERSALINAN DI BPS
  118. PENGETAHUAN IBU MENYUSUI TENTANG CARA MENYUSUI DI DESA
  119. PENGETAHUAN IBU MENYUSUI TENTANG PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI PADA BAYI 6 - 24 BULAN DI BPS
  120. PENGETAHUAN IBU PRIMIGRAVIDA TENTANG PERUBAHAN FISIOLOGIS PADA MASA KEHAMILAN
  121. PENGETAHUAN IBU TENTANG BIANG KERINGAT PADA BAYI 0-1 TAHUN DI BPS
  122. PENGETAHUAN REMAJA AWAL (11-13 TAHUN) TENTANG PENGERTIAN DAN PERUBAHAN FISIK PUBERTAS DI SMP
  123. PENGETAHUAN REMAJA PUTRI KELAS III TENTANG SEKS SEKUNDER DI SMP
  124. PENGETAHUAN REMAJA PUTRI MASA PUBERTAS TENTANG DYSMENORE DI SMP
KTI SKRIPSI KEBIDANAN KEPERAWATAN kumpulan koleksi karya tulis ilmiah kuliah bidan akbid asuhan judul skripsi kti kebidanan contoh proposal artikel terbaru 2009 2010 termurah download free gratis pdf d3 d-3 d iii iv D III lengkap tentang kehamilan persalinan menopause kb bblr inisiasi menyusui dini imunisasi asi eksklusif nifas postpartum contoh judul proposal skripsi tugas akhir s1 keperawatan terbaru ui anak keluarga bedah gerontik pdf kti karya tulis ilmiah diploma 3 d3 keperawatan pembuatan
BACA SELENGKAPNYA - KTI Kebidanan

ARTIKEL YANG BERHUBUNGAN: